TubaTuba
dhikr5 menit baca

Dzikir Setelah Sholat: Panduan Lengkap Tasbih 33-33-34

Dzikir Setelah Sholat: Panduan Lengkap Tasbih 33-33-34

Poin Utama

  • Membaca tasbih 33-33-34 setelah sholat wajib adalah sunnah Nabi ﷺ
  • Amalan ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim dan hanya butuh kurang dari dua menit
  • Istiqomah menjalankannya menghapus dosa-dosa walau sebanyak buih laut
  • Menghitung dengan tasbih atau jari membantu menjaga kekhusyukan

Dzikir Setelah Sholat: Panduan Lengkap Tasbih 33-33-34

Setelah mengucap salam dari sholat wajib, ada jeda yang terasa berbeda — bukan lagi dalam sholat, tapi belum sepenuhnya kembali ke kesibukan dunia. Sajadah masih terbentang, hati masih tenang, pikiran belum terbang ke mana-mana. Di titik inilah Rasulullah ﷺ mengajarkan sebuah amalan yang indah: tiga kalimat pendek yang merangkum tasbih, syukur, dan keagungan Allah sekaligus.

Banyak yang tergesa-gesa melipat sajadah begitu salam diucapkan — ada yang langsung meraih ponsel, ada yang segera beranjak karena urusan menanti. Padahal hanya butuh kurang dari dua menit untuk menjalankan sunnah yang tercatat dalam Shahih Muslim ini. Bukan amalan berat, bukan hafalan panjang — cukup tiga kalimat yang diulang dengan hitungan sederhana, lalu satu doa penutup.

Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya di pagi dan petang hari.

QS. Al-Ahzab 33:41-42

Dari Abu Hurairah RA dan Ka'ab bin Ujrah RA, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa yang membaca subhanallah setelah setiap sholat sebanyak tiga puluh tiga kali, alhamdulillah tiga puluh tiga kali, dan allahu akbar tiga puluh tiga kali, kemudian untuk menyempurnakan seratus membaca: La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syai-in qadir — maka diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih laut."

HR. Muslim 596 & 597

Cara Melakukan Dzikir Setelah Sholat

Urutannya jelas dan tetap. Setelah mengucap salam ke kanan dan ke kiri, tetaplah duduk di tempat dan mulailah:

Subhanallah (سبحان الله) — 33 kali

Subhanallah artinya menyucikan Allah dari segala kekurangan, kelemahan, dan sifat yang tidak layak bagi-Nya. Kata Arab "sabbaha" mengandung makna tanzih — menetapkan bahwa Allah jauh di atas segala sesuatu yang tidak sesuai dengan keagungan-Nya. Setelah sholat yang kita isi dengan sujud dan ruku, kalimat ini mempertegas kembali keyakinan yang baru saja kita ungkapkan lewat gerakan tubuh.

Alhamdulillah (الحمد لله) — 33 kali

Jika subhanallah mengatakan apa yang Allah bukan, alhamdulillah mengatakan siapa Allah sebenarnya. Segala puji, seluruh syukur, semua pujian — hanya milik-Nya. Surah Al-Fatihah pun dimulai dengan kalimat ini karena alhamdulillah adalah ungkapan rasa syukur yang paling menyeluruh yang bisa diucapkan lisan manusia.

Allahu Akbar (الله أكبر) — 34 kali

"Allah Maha Besar" — tapi maknanya lebih luas dari itu. Akbar bukan sekadar besar, melainkan lebih besar dari segala sesuatu, lebih tinggi dari segala bayangan. Sholat dimulai dengan Allahu Akbar di takbiratul ihram dan diakhiri dengan Allahu Akbar dalam tasbih ini — seolah seluruh ibadah terbingkai dalam satu pengakuan keagungan yang sama.

Doa Penutup — Tahlil

33 + 33 + 34 = 100 — sesuai riwayat Ka'ab bin Ujrah RA (Shahih Muslim 596). Dalam riwayat Abu Hurairah RA (Shahih Muslim 597), Allahu Akbar dibaca 33 kali dan seratus disempurnakan dengan kalimat berikut. Membaca kalimat ini dianjurkan dalam kedua keadaan karena mengandung pengakuan tauhid yang lengkap:

La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syai-in qadir

Satu kalimat ini memuat pengakuan tauhid yang lengkap — tidak ada sekutu, kerajaan milik-Nya, puji-pujian milik-Nya, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.

Menghitung dengan Ruas Jari atau Tasbih

Hadits mencatat bahwa Nabi ﷺ dan para sahabat menghitung dzikir dengan jari tangan kanan. Ada riwayat yang menyebut: "Hitunglah dengan jari karena jari-jari itu akan ditanya dan akan berbicara." Menggunakan tasbih juga diperbolehkan — para ulama menerimanya sebagai cara yang sah.

Jangan hitung dalam hati — pikiran akan sibuk dengan angka dan kehilangan makna kalimat. Gunakan jari atau tasbih agar hati bisa fokus pada setiap kalimat dzikir.

Keutamaan Dzikir Ini

Penghapus Dosa — Janji yang Gamblang

Janji dalam hadits begitu luas hingga membuat hati berhenti sejenak: "walaupun sebanyak buih laut." Buih laut dalam ungkapan Arab adalah gambaran jumlah yang tak terhitung. Para ulama menjelaskan bahwa janji semacam ini umumnya berlaku untuk dosa-dosa kecil, namun keluasan janjinya tetap ada pada tempatnya — dan keluasan itu disengaja, agar harapan tidak padam bahkan di saat-saat yang paling berat sekalipun.

Jembatan dari Sholat ke Keseharian

Sholat menciptakan suasana hati tersendiri — khusyuk, terpusat, menghadap Allah. Begitu salam diucapkan, suasana itu mulai pecah dan kita kembali ke dunia. Jika perpindahan ini terlalu tiba-tiba, hati terasa seperti ditarik keluar dari ketenangan secara paksa. Tasbih setelah sholat memperlambat perpindahan itu. Tiga kalimat ini tidak mengakhiri sholat — ia menyambungkan sholat dengan jam-jam berikutnya, menjaga agar hati tidak langsung jatuh ke hiruk-pikuk.

Istiqomah — Amalan yang Paling Dicintai Allah

Rasulullah ﷺ bersabda: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus walau sedikit." Lima sholat sehari berarti lima kali kesempatan menjalankan sunnah ini — tanpa perlu mencari waktu khusus, tanpa persiapan, tanpa alat apapun. Cukup tetap duduk setelah salam selama dua menit lebih. Jika dihitung dalam setahun, jutaan kali subhanallah, alhamdulillah, dan allahu akbar — hanya dari satu kebiasaan kecil yang konsisten.

Tidak Perlu Persiapan Apapun

Banyak amalan membutuhkan syarat khusus — wudhu tertentu, arah kiblat, waktu yang ditunggu. Dzikir setelah sholat tidak menambah syarat baru: wudhu masih ada, kita masih menghadap kiblat, dan hati masih dalam kondisi terbaik. Semua sudah tersedia — tinggal dua menit untuk tidak terburu-buru beranjak.

Lacak Dzikir Harianmu dengan Aplikasi Tuba

Mengetahui sunnah ini satu hal — menjalankannya setiap hari tanpa terlewat adalah tantangan tersendiri. Setelah sholat Dzuhur sering terburu-buru, setelah Ashar kadang lupa, setelah Isya rasa kantuk datang lebih dulu. Tuba membantu kamu mencatat dzikir harian, menjaga streak, dan melihat kemajuan dari hari ke hari — supaya fokusmu tetap pada makna kalimat, bukan sekadar angka hitungan.

Unduh di App Store | Unduh di Google Play

Coba fitur ini di aplikasi Tuba

Waktu sholat, Al-Quran, dzikir — semua dalam satu pendamping spiritual.

Segera HadirBeritahu Saya